Musik Indonesia, Sebenarnya Seperti Apa si?

Musik Indonesia, Sebenarnya Seperti Apa si?


Ada banyak hal yang menjadi faktor pembeda karakteristik seseorang, di antaranya ialah latar belakang, jiwa seni, pengalaman, kualitas ilmu yang dikuasai, dan lain sebagainya. ...

Selengkapnya »

www.dapurletter.com www.rakosa-fm.co.id

IRENG MAULANA: Prajurit Jazz Yang Tak Pernah Mati

KALO MENDENGAR Ireng Maulana, bayangan kita pasti akan langsung tertoleh pada sosok pemusik –yang biasanya memegang banjo—yang lekat dengan dunia jazz. Padahal Ireng juga sahih bermain gitar. Nama Ireng memang lekat dengan dunia jazz. Apalagi saat dirinya sukses mengelar Jak Jazz (Jakarta Jazz Festival) . Even yang termasuk ‘deretan’ festival berkulaitas level dunia.

Menurut Ireng, ide awal dari Jak Jazz sebenarnya sederhana saja. “Ingin menghidupkan Taman Ismail Marzuki!” Benar, memang saat itu (tahun 80-an akhir) TIM mulai sepi pengunjung. Sebenarnya ia sudah menghubungi sejumlah musisi dari berbagai jenis musik, termasuk tokoh dangdut Rhoma Irama. Namun hampir tak satu pun musisi yang peduli akan gagasannya. Alhasil, ia harus bekerja sendiri. Namun karena ia merasa hanya faham di bidang jazz maka musik itulah yang diangkatnya. "Karena saya tahunya jazz, maka musik inilah yang saya angkat," ujar laki-laki dengan nama lengkap Eugene Lodewijk Willem Maulana ini.

Bukan perjuangan ringan memang. Untunglah, Ireng termasuk orang yang punya banyak teman. Beberapa atase kebudayaan asing di Jakarta membantu cukup besar bagi terselenggaranya Jak-Jazz.

Karena kondisi yang tidak menentu, Jak Jazz sempat tidak terselenggara pada tahun 1998 dan 1999. “Saya tetap akan menyelenggarakan acara ini lagi,” tukas ayah empat anak yang hobi main pingpong dan catur ini.

Demi jazz juga, Ireng tidak segan-segan mengkritik musisi jazz lokal yang tidak berlatih dengan sungguh-sungguh. "Itu kan malu-maluin," ungkapnya dengan nada kesal.

Ketertarikan Ireng pada dunia jazz sebenarnya bukan hal aneh, Kalo dirunit, dari keluarganya saja hampir semuanya menukaui musik, khususnya jazz. Kakaknya, Kiboud Maulana adalah musisi jazz ternama juga di Indonesia. Sekarang, anak-anaknya juga sebentar lagi bakal menjadi deretan panjang dari musisi jazz di Indonesia. Salah satunya Tommy Maulana, tampaknya bakal mengiikuti jejaknya.

Selain itu, untuk memaksimalkan dunia musik jazz, Ireng juga tak jarang mengadakan work dengan melibatkan musisi-musisi jazz lokal, seperti seperti Gilang Ramadhan, Indra Lesmana, Riza Arsyad, Dewa Bujana, dll. Programnya yang lain, membuat rekaman dengan musisi lokal yang pernah tampil di Jak Jazz. “Mereka bagus-bagus dan siap!”

Jazz memang identik dengan kelas elit. Itulah sebabnya, Ireng ingin mencoba membawa perubahan. Sejak 1988, misalnya, ia mulai menyuguhkan musik jazz di tempat yang mudah dan murah. Food Court Pasar Festival, Kuningan jadi pilihannya. "Datang dan lihat, semua gratis!” Jadi siapa bilang, jazz mahal dan elit? [joko/berbagai sumber/foto: istimewa]
  • Mengenang Andi Merriem Mattalata

    Mengenang Andi Merriem Mattalata
    Selain paras cantik, sesungguhnya yang pantas dicatat adalah karakter vokal Mer yang lembut tapi tak berkesan lemah. Mer menyanyikan lagu lagu dengan konotasi melankolik tapi tidak mendayu dan tidak meratap-ratap.

    Selengkapnya »

Take Me Home
Endah N' Rhesa
Before You Sleep
Endah N' Rhesa
Baby It’s You
Endah N' Rhesa
Uncle Jim
Endah N' Rhesa
Catch The Windblows
Endah N' Rhesa
Blue Day
Endah N' Rhesa
I Don’t Remember
Endah N' Rhesa
www.jurnallica.com SoundUp Magazine http://www.myspace.com/dgank

© 2009 - kanalmusik.com : Musik Indonesia, PASTI!